Ketahanan pangan keluarga menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya risiko kerawanan pangan. Dalam upaya mendukung ketahanan pangan, ‘Aisyiyah melalui Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan mengembangkan berbagai program, di antaranya optimalisasi lahan pekarangan, pengolahan bahan pangan lokal, serta pembentukan Kelompok Wanita Tani (KWT). Pemanfaatan pekarangan untuk budidaya tanaman, ternak, dan perikanan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan kualitas lingkungan.
Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah Gerakan Lumbung Hidup Aisyiyah (GLHA), yaitu gerakan pemanfaatan lahan pekarangan yang dilakukan secara individu maupun kelompok untuk mendukung kemandirian pangan keluarga. Melalui pembentukan KWT, anggota dapat memperkuat jejaring, mengakses program pemerintah, serta memperluas pemasaran hasil produksi. Program ini juga mendorong pengembangan produk pangan lokal bernilai tambah dan lahirnya produk unggulan yang mampu menembus pasar nasional hingga internasional, sehingga memperkuat peran perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.