Peran organisasi perempuan dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi keluarga. Narasumber menjelaskan bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan agar memiliki etos kerja yang tinggi, mampu memaksimalkan potensi diri, serta mandiri secara finansial. Penguatan ekonomi keluarga dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya manusia dan aset yang dimiliki keluarga, sehingga perempuan dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Berbagai program dikembangkan melalui gerakan Bina Usaha Ekonomi Keluarga (BUEKA), yang mencakup pengajian berbasis ekonomi, Sekolah Wirausaha, komunitas saudagar perempuan, Klinik Usaha Keluarga, penguatan koperasi, literasi keuangan, hingga program pendampingan bagi pekerja informal dan pekerja migran perempuan. Selain itu, pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga juga menjadi salah satu strategi penting dalam penguatan ekonomi berbasis keluarga.
Dalam pelaksanaannya, penguatan ekonomi masyarakat dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, lembaga keuangan, lembaga filantropi, perguruan tinggi, dan organisasi sosial lainnya. Salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya literasi keuangan serta belum optimalnya pemanfaatan aset yang tersedia, termasuk lahan dan aset wakaf. Oleh karena itu, program-program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada peningkatan usaha dan pendapatan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola keuangan, mengembangkan usaha, dan memanfaatkan sumber daya yang ada. Upaya tersebut juga diperluas dalam penanganan dampak bencana melalui program pemulihan ekonomi, seperti bantuan alat usaha, bibit ternak, dan pendampingan ekonomi bagi masyarakat terdampak. Keseluruhan program diarahkan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan dan keluarga sehingga mampu menjadi fondasi bagi kesejahteraan masyarakat yang lebih luas.