250 kg atau 1/4 ton telur didistribusikan Muhammadiyah melalui Badan Pelayanan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah untuk 24 panti asuhan Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pendistribusian ini merupakan bagian dari program Makan Bergizi Muhammadiyah yang menjadi konsen Muhammadiyah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Di daerah SMA Yogyakarta, kegiatan dipusatkan di Panti Asuhan Muhammadiyah Lowanu Yogyakarta. Muhammadiyah berencana akan mereplikasikan program percotohan ini ke berbagai wilayah lain di Indonesia khususnya wilayah 3T.
Direktur Badan Pelayanan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah, Nurul Yamin menegaskan bahwa langkah ini sebagai kontribusi nyata Muhammadiyah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama dalam aspek pemenuhan gizi, kesehatan dan pendidikan.
Telur yang dibagikan dikenal dengan TelurMoe yang diklaim memiliki kualitas gizi, dan nutrisi lebih dari telur biasanya. TelurMoe ini dihasilkan dari ayam yang diberi pakan organik dan bebas pestisida. Selain itu, peternakan telur ini mengusung prinsip kesejahteraan dan kebahagiaan hewan sehingga telur yang dihasilkan memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi. Peternakan TelurMoe ini menjadi peternakan inklusif yang melibatkan komunitas di Fabel dalam pemeliharaan hewan ternak.
Program percontohan ini berkolaborasi antara BPPGM dan Jatam Farm Unisa Yogyakarta. Nurul Yamin menegaskan gerakan dakwah Muhammadiyah ini sepenuhnya menggunakan dana persyarikatan dan non APBN dengan berkolaborasi bersama Jatam Farm UNISA yogyakarta.