Kulon Progo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unit II.D.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memberikan edukasi mengenai penggunaan obat dengan baik dan benar kepada lansia di Padukuhan Jangkang Lor, Kalurahan Sentolo, pada Selasa (25/8). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan pemahaman lansia mengenai penggunaan obat yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang bertempat di Posyandu Padukuhan Jangkang Lor ini diikuti oleh 35 peserta dari anggota kelompok senam lansia dengan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Siti Kurnia Widihastuti, S.KM.. Tim KKN UAD Unit II.D.3 yang terdiri dari 9 mahasiswa, yakni Saddam Ibrahim, Isya Hilmia Zaidaan, Angling Asy Syifa Jasmin, Nasya Afifah Putri, Viona Anneke Vrysta Agustien, Rista Damayanti, Melinda Puspita Sari, Gendhis Sabrina Salsabila, dan Rara Nata Syah.
Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman lansia mengenai penggunaan obat yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Pada Edukasi tersebut para lansia diberikan pengetahuan mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan obat, mulai dari mengenali jenis obat, memahami dosis, hingga memperhatikan frekuensi penggunaan obat dalam sehari, materi tersebut disampaikan oleh disampaikan oleh Gendhis Sabrina Salsabila dan Isya Hilmia Zaidaan. Materi diberikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami agar informasi yang diperoleh dapat diterapkan oleh lansia ketika menggunakan obat di rumah. Gendhis Sabrina Salsabila selaku salah satu pemateri program menyampaikan mengenai dosis dan frekuensi penggunaan menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan tersebut. Lansia diajak untuk memperhatikan aturan penggunaan obat dan tidak menentukan dosis maupun frekuensi minum obat secara sembarangan. Hal ini penting mengingat kesalahan dalam penggunaan obat dapat mempengaruhi keberhasilan pengobatan dan keamanan penggunanya. Sementara itu, Isya Hilmia Zaidaan juga mengenalkan berbagai jenis obat kepada peserta. Pengenalan tersebut diharapkan dapat membantu lansia membedakan obat yang digunakan serta memahami bahwa setiap obat memiliki aturan penggunaan yang perlu diperhatikan.
Kepala Dukuh Jangkang Lor, Yolanda, menyampaikan bahwa sosialisasi mengenai penggunaan obat yang tepat sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai frekuensi penggunaan obat.
“Penggunaan obat ada yang satu kali, dua kali, maupun tiga kali sehari. Ada juga obat yang memiliki batas maksimal frekuensi penggunaan. Pemahaman mengenai aturan tersebut penting agar masyarakat dapat menggunakan obat sesuai ketentuan dan mengurangi risiko penggunaan obat secara berlebihan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif dan interaktif. Setelah penyampaian materi, mahasiswa memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya dan berdiskusi mengenai penggunaan obat dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut dilakukan agar peserta tidak hanya memahami materi selama kegiatan, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menggunakan obat di rumah. Penggunaan obat merupakan bagian dari kebutuhan kesehatan sehari-hari. Bagi lansia, pemahaman mengenai jenis, dosis, dan aturan penggunaan obat menjadi hal yang penting untuk mendukung penggunaan obat secara tepat dan aman.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD Unit II.D.3 berupaya menghadirkan edukasi kesehatan yang sederhana, mudah dipahami, dan memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lansia di Padukuhan Jangkang Lor untuk lebih cermat dalam menggunakan obat serta membangun kebiasaan penggunaan obat yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
