Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan pendidikan inklusif pada Puncak Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 yang digelar di Ballroom Ramadha by Wyndham, Yogyakarta. Mengusung tema “Partisipasi Semesta Menguatkan Layanan Pendidikan untuk Penyandang Disabilitas”, acara ini menyoroti pentingnya akses pendidikan yang bermutu, berkeadilan, dan terbuka bagi semua anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa anak penyandang disabilitas adalah anak-anak istimewa yang memiliki bakat dan potensi besar. Untuk itu, kementerian terus melakukan berbagai upaya seperti penguatan regulasi pencegahan kekerasan, sistem penerimaan murid baru yang lebih inklusif, penyediaan guru pendamping, serta revitalisasi satuan pendidikan agar lebih ramah disabilitas. Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai aksesibilitas di ruang publik juga menjadi bagian penting dari agenda perubahan.
Pada kesempatan ini, kementerian meluncurkan tujuh pilar kebijakan akomodasi yang layak bagi peserta didik penyandang disabilitas. Kebijakan tersebut dihadirkan untuk memastikan setiap daerah dan satuan pendidikan mampu menyediakan dukungan yang sesuai kebutuhan murid, sehingga mereka dapat memperoleh layanan pendidikan yang optimal. Peluncuran ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pendidikan yang inklusif di seluruh Indonesia.
Acara juga memberikan apresiasi kepada para guru SLB atas dedikasi dan keteladanan mereka dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.