Gunung Kidul – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit KKN XIII.C.3 mengadakan sosialisasi mengenai manfaat dan pembuatan sabun alami berbahan dasar biji lerak serta hand sanitizer dari daun sirih di Dusun Suru Kidul, Kelurahan Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan produk ramah lingkungan serta memanfaatkan sumber daya alam lokal secara optimal.
Dalam sosialisasi ini, mahasiswa KKN UAD menjelaskan bahwa biji lerak memiliki sifat antibakteri dan ramah lingkungan, sehingga sangat efektif sebagai bahan pembersih alami. Proses pembuatan sabun biji lerak tersebut, direndam selama satu malam, setelah itu langkah selanjutnya merebut biji lerak tersebut selama 15 menit. Ketika sudah direbus biji lerak akan melunak, sehingga bisa dihancurkan menggunakan tangan sampai mengeluarkan busa. “sabun ini mempunyai banyak manfaat untuk berbagai keperluan seperti kesehatan ataupun kebersihan” ucap Linda Kurniawati mahasiswa Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Selain itu, daun sirih yang kaya akan senyawa antiseptik digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan hand sanitizer alami, memberikan perlindungan terhadap kuman dan bakteri tanpa efek samping berbahaya. Dalam pembuat hand sanitizer ini memperlukan 2 bahan yaitu daun sirih dan jeruk nipis. Tahap pertama dalam pembuatannya yaitu merebus daun sirih dengan air sebanyak 300ml selama 15 menit sampai air berwarna agak keruh, lalu jika sudah bisa ditambahkan jeruk nipis sesuai selera sebagai pengharum alami. “hand sanitizer ini efektifitasnya dalam membunuh kuman bisa 50-70%, selain jeruk nipis adapun bahan lain yang bisa digunakan sebagai pengharum alami, bisa menggunakan sereh, jahe, dan berbagai jenis bahan alami lainnya” ucap Raihan Darmawan mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Ketua kelompok KKN UAD, Leastyo Hakim Irawan, menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Kami ingin membantu masyarakat memahami pentingnya memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar mereka untuk menciptakan produk yang bermanfaat, sehat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sosialisasi ini juga mencakup sesi praktik langsung, di mana peserta diberikan kesempatan untuk mencoba sendiri proses pembuatan sabun dan hand sanitizer. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat mulai memproduksi sendiri produk-produk alami tersebut untuk kebutuhan pribadi.