Melalui tema kesadaran, perilaku, interaksi, dan budaya informasi di era kecerdasan buatan, Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia ke-17, yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menegaskan bahwa transformasi perpustakaan digital saat ini tidak lagi semata-mata berfokus pada aspek teknologi, tetapi lebih menempatkan manusia sebagai pusat dari ekosistem informasi. KPDI ke-17 memiliki nilai strategi sebagai ruang bertemunya gagasan, inovasi, dan kolaborasi untuk memperkuat ekosistem perpustakaan digital di Indonesia.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad, menyoroti fenomena di era digital saat ini di mana durasi penggunaan media sosial yang sangat tinggi, namun sangat minim asupan konten ilmiah. Sehingga perpustakaan saat ini harus bertransformasi untuk menarik minat literasi masyarakat.
Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia Joko Santoso mengatakan bahwa perpustakaan digital masa kini tidak hanya menyediakan akses informasi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator literasi kritis, mediator teknologi, sekaligus pengarah dalam membangun budaya informasi yang sehat, inklusif, dan adaptif.