
YOGYAKARTA — Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Pemuda ICMI DIY menggelar kegiatan Pentasyarufan Daging Kurban untuk Penguatan Gizi Keluarga dalam Upaya Pencegahan Stunting pada Kamis (28/5), di Rumah Dakwah Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PWNA) DIY, Prenggan, Kotagede, Yogyakarta.
Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi MPW Pemuda ICMI DIY bersama PWNA DIY, PW Fatayat Nahdlatul Ulama DIY, Lazismu Pusat, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Berbeda dari penyaluran kurban pada umumnya, kegiatan ini mengusung pendekatan tematik dengan memprioritaskan distribusi daging kurban kepada kelompok rentan stunting, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita.
Ketua MPW Pemuda ICMI DIY, Bachtiar Dwi Kurniawan menjelaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan bentuk intervensi gizi berbasis momentum keagamaan.
“Kami salurkan khusus kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga yang memiliki balita,” ujarnya.
Menurut Bachtiar, stunting erat kaitannya dengan kurangnya asupan protein hewani sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun pertama anak. Karena itu, distribusi daging kurban diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, khususnya bagi kelompok yang paling membutuhkan.
Ia menambahkan, dukungan dari berbagai lembaga terhadap program ini melampaui ekspektasi awal. Baznas melalui jaringan komisionernya turut menyumbangkan kambing kurban dalam jumlah besar, sementara Lazismu Pusat menyalurkan tambahan 10 ekor kambing.
“Awalnya kami hanya menargetkan satu sampai dua ekor kambing, tetapi antusiasme berbagai pihak sangat besar,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi lintas organisasi Islam antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. PWNA DIY bertindak sebagai tuan rumah, sedangkan Fatayat NU DIY turut aktif mendampingi proses distribusi agar penyaluran tepat sasaran.
Bachtiar menyebut sinergi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat pelayanan sosial keumatan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini menjadi ruang perekat antarelemen umat,” katanya.
Selain penyaluran daging kurban, kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 16.30 WIB ini juga diisi tausiyah oleh Sholahudin Zuhri yang menekankan pentingnya menjaga gizi keluarga sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.
Ketua PWNA DIY, Syahdara Anisa Makruf, turut hadir memberikan sambutan dan dukungan atas pelaksanaan kegiatan tersebut.
Bachtiar berharap model pentasyarufan kurban berbasis penguatan gizi keluarga ini dapat direplikasi oleh berbagai organisasi masyarakat pada momentum Iduladha mendatang.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan diperluas manfaatnya,” pungkasnya.