
Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menggandeng Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Madiun menggelar Sosialisasi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD). Pelaksanaan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMMAD dilaksanakan di Gedung Diklat BKPSDM Kabupaten Madiun, Kamis, 16 April 2026.
Puluhan peserta yang berasal dari ASN seluruh Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) mengikuti sosialisasi PMB UMMAD Ini. Mereka berasal dari jabatan Kasubag Umum dan Pemerintahan OPD.
Dari pihak Pemkab Madiun, hadir dalam sosialisasi PMB UMMAD tersebut , Hadi Heri Wicaksono sebagai Kabid Pengadaan Pegawai dan Pengembangan ASN BKPSDM. Sementara dari UMMAD hadir Dr. Suwardi, M.Ag., Plt Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sarana Prasarana dan AIK UMMAD. Didampingi para dosen pengelola PMB UMMAD dari sejumlah prodi seperti Ilmu Komunikasi, Kesejahteraan Sosial, Biokewirausahaan serta Ilmu Aktuaria dan mahasiswa UMMAD.
Heri Wicaksono menyampaikan era meritokrasi yang dijalankan pemerintah membutuhkan kompetensi ASN. Sehingga kompetensi pegawai ini menjadi perhatian khusus untuk dikembangkan. Disampaikan Heri Wicaksono, di Pemkab Madiun saat ini masih ada ASIN yang kualifikasinya belum sesuai jabatan yang diampu.
Sesuai rekomendasi Menpan RB seorang ASN yang penddidikannya belum sesuai jabatan yang diampu diberi kesempatan untuk menempuh penddiikan yang seharusnya. Sehingga perlu dipahami serta mengingkatkan kembali ASN yang ada di kantor OPD yang jabatan yang bersangkutan belum sarjana untuk segera memenuhi persyaratan
“Sosialisasi pendidikan dari UMMAD ini jadi momen bagus untuk menyampaikan informasi program pendidikan yang sesuai juga pembiayaan yang fleksibel,” ujar Heri Wicaksono.
Sementara Dr. Suwardi, M.Ag menyampaikan UMMAD membuka pintu kolaborasi bagi pihak manapun untuk memperoleh pendidikan di UMMAD.
Belajar jadi cara agar tidak tertinggal. Bekerja di birokrasi tidak sekedar tugas administrasi tapi membutuhkan keilmuan yang besar. UMMAD hadir tidak hanya melalui program studi yang dikelola tapi tempat tumbuh serta menjadi mitra diskusi segeap pihak termasuk OPD-OPD sehingga memiliki dampak nyata bagi kualitas di unit kerja masing-masing.“UMMAD tidak hanya menjunjung tinggi nilai kecerdasan intelektual tapi juga menjunjung tinggi moral, integritas dan kemuliaan akhlak,” terang Dr. Suwardi.
MOU
Sementara itu, itu Ketua PMB UMMAD, Rakhma WIdyah Darojah, M.Sos menyampaikan di hadapan peserta sosialisasi bahwa sosialisasi pendidikan UMMAD ini merupakan tindak lanjut dari MOU antara UMMAD dengan Bupati Madiun yang telah dilaksanakan Januari 2026 lalu. “Sehingga kehadiran kami UMMAD saat ini selain untuk sosialisasi juga untuk mewujudkan MOU kedua pihak sebagai bagian dari upaay peningkatan kemajuan bidang pendidikan di Kabupaten Madiun,” ujar dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UMMAD tersebut.
Materi Sosialisasi Dalam kesempatan sosialisasi PMB UMMAD, tersebut, tim PMB UMMAD menyampaikan sosialisasi secara umum UMMAD mulai dari status akreditasi, kelembagaan, program studi yang dikelola, dll.
Secara khusus juga disosialisasikan program kuliah Sarjana Desa oleh ketua tim kreatif PMB UMMAD, Irfan Miftakhul Fauzi.
Juga disampaikan sosialisasi mengenai kuliah program Recognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Percepatan Konversi Praktik (PKP) oleh Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kesos) UMMAD sebagai pengelola program.