Permainan tradisional merupakan warisan budaya yang tidak hanya menghadirkan kesenangan, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang anak. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan gawai yang semakin tinggi, aktivitas fisik anak cenderung berkurang. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk kembali mengenalkan permainan tradisional sebagai sarana meningkatkan kebugaran, membangun interaksi sosial, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas sejak dini. Melalui permainan seperti gobak sodor, bentengan, engklek, dan bentik, anak-anak dapat belajar bekerja sama, berpikir strategis, serta mengembangkan kemampuan motorik secara menyenangkan.
Upaya pelestarian permainan tradisional juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan generasi yang sehat. Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, sekolah, guru, mahasiswa, dan masyarakat, permainan tradisional dapat terus dikenalkan kepada anak-anak sebagai alternatif aktivitas yang edukatif dan menyehatkan. Selain menjaga keberlangsungan budaya lokal, kegiatan ini juga mendukung terciptanya kebiasaan hidup aktif sesuai anjuran kesehatan. Dengan membiasakan anak bergerak, berolahraga, dan berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya, permainan tradisional dapat menjadi salah satu langkahnyata dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.