
Ribuan warga Desa Talun, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo memadati jalan desa pada Sabtu malam (28/2). Mereka menyaksikan pagelaran perdana bertajuk “Orkrestasi Reog Untuk Siaga Bencana : Harmoni Seni, Budaya, san Survival”. Acara yang dimulai pukul 20.00 ini sukses memadukan keindahan seni Reog Ponorogo dengan edukasi Mitigasi bencana secara sangat kreatif.
Puncak Pertunjukan adalah Reog Obyok “Singo Kowor” yang menampilkan 10 Dadak Merak. Para penari menggunakan kostum tradisional yang di modifikasi, termasuk properti kuda jathilan yang melambangkan kendaraan evakuasi darurat. Pertunjukan dibagi menjadi empat babak yang menggambarkan siklus kehidupan masyarakat di wilayah rawan bencana-mulai dari kehidupan sehari-hari, ancaman bencana, proses mitigasi, hingga masa pemulihan.
Melalui gerakan tari dan iringan gamelan, pesan penting seperti penghijauan lereng gunung, sistem peribgatan dini, serta semangat gotong royong menghadapi longsor dan banjir bandang disampaikan dengan indah. Warga setempat yang pernah menjadi korban longsor terlihat sangat antusias dan banyak yang ikut bertartisipasi dalam simbolis bersama para seniman. Setelah pertunjukan, panitia memutar perdana film dokumenter berjudul “Reog Tangguh Bencana” berdurasi 45 menit.
Ketua panitia Ayub Dwi Anggoro mengatakan bahwa, melalui kegiatan ini diharapkan reog bukan hanya hiburan, melainkan juga alat yang sangat efektif untuk membangun kesadaran masyarakat akan siaga bencana. Acara ini mendapat dukungan penuh dari Kementrian Kebudayaan melalui DanaIndonesiana, LPDP, BPBD Ponorogo, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ponorogo, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Ngebel, serta Pemerintah Desa Talun.