Narasumber Dr. Srihandari Wahyuning, CMSE, dari Divisi Kewirausahaan, UMKM, dan Ekonomi Digital Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Pusat Aisyiyah menjelaskan pentingnya kewirausahaan sebagai strategi pemberdayaan ekonomi perempuan. Menurutnya, kewirausahaan tidak hanya berperan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi berbagai persoalan sosial yang berakar pada masalah ekonomi. Oleh karena itu, program-program yang dijalankan Aisyiyah diselaraskan dengan Risalah Perempuan Berkemajuan dan dakwah ekonomi, dengan sasaran tidak hanya pelaku UMKM yang telah memiliki usaha, tetapi juga perempuan yang baru ingin memulai usaha. Melalui berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan, Aisyiyah berupaya menciptakan wirausaha perempuan yang mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi pada perekonomian keluarga maupun masyarakat.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Sekolah Wirausaha Aisyiyah (SWA) dan Klinik Usaha Keluarga Aisyiyah (KUKA). SWA merupakan program pelatihan kewirausahaan yang memiliki kurikulum terstandar dengan materi meliputi ke-Aisyiyahan, kewirausahaan, pencatatan keuangan, pemasaran, hingga literasi digital. Sementara itu, KUKA berfungsi sebagai wadah pendampingan bagi pelaku usaha agar mampu mengatasi berbagai kendala seperti legalitas usaha, pengelolaan keuangan, pemasaran, dan pengembangan bisnis. Dalam pelaksanaannya, Aisyiyah menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, Lazismu, Bank Indonesia, dinas pemerintah, BPOM, serta mitra swasta lainnya. Selain itu, Aisyiyah juga mendorong digitalisasi UMKM melalui pelatihan pemasaran digital, fotografi produk, dan pemanfaatan media sosial agar pelaku usaha perempuan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memperluas akses pasar. Dengan berbagai program tersebut, Aisyiyah berharap semakin banyak perempuan yang mampu meningkatkan kapasitas usahanya, mencapai kemandirian ekonomi, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.