Muhammadiyah memperoleh perlakuan istimewa pada masa Orde Baru menjadi salah satu topik yang menarik untuk dikaji dari sudut pandang sejarah. Meski Muhammadiyah mengalami perkembangan yang pesat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan sumber daya manusia pada periode tersebut, kemajuan itu tidak terjadi secara instan. Jaringan pendidikan yang telah dibangun sejak sebelum kemerdekaan melahirkan banyak kader terdidik yang kemudian berperan dalam berbagai sektor pemerintahan, pendidikan, dan birokrasi ketika negara sedang giat menjalankan program pembangunan.
Di sisi lain, perjalanan Muhammadiyah pada masa Orde Baru juga tidak selalu berjalan mulus. Dalam bidang politik, berbagai kebijakan pemerintah saat itu memberikan tantangan tersendiri bagi umat Islam, termasuk tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan Muhammadiyah. Karena itu, pandangan bahwa Muhammadiyah sepenuhnya “dimanja” oleh Orde Baru tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta sejarah. Hubungan keduanya lebih tepat dipahami sebagai hubungan yang kompleks, di mana Muhammadiyah mampu berkembang melalui kekuatan pendidikan, kaderisasi, dan kontribusinya terhadap pembangunan bangsa.