Sejarah Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), sebuah partai politik yang memiliki kedekatan historis dengan Muhammadiyah. Parmusi lahir dari dinamika politik nasional pasca pembubaran Masyumi dan menjadi satu-satunya partai yang secara langsung dibidani oleh Muhammadiyah. Melalui keputusan Tanwir Muhammadiyah tahun 1966, muncul gagasan untuk mendirikan partai Islam baru yang kemudian diwujudkan dalam bentuk Parmusi. Proses pendiriannya melibatkan berbagai tokoh Muhammadiyah dan berlangsung di tengah situasi politik yang penuh tantangan pada masa transisi menuju Orde Baru.
Perjalanan Parmusi selanjutnya diwarnai berbagai dinamika internal, pergantian kepemimpinan, hingga intervensi politik yang memengaruhi arah perjuangan partai tersebut. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah Muhammadiyah karena melahirkan refleksi mendalam mengenai hubungan organisasi dengan politik praktis. Dari pergulatan itulah kemudian lahir Khittah Ujung Pandang yang menegaskan posisi Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid yang tidak memiliki hubungan organisatoris maupun ideologis dengan partai politik mana pun. Kisah Parmusi menjadi salah satu babak penting untuk memahami perkembangan pemikiran politik Muhammadiyah hingga saat ini.