H. Abdullah Tjan Hoasteng merupakan salah satu tokoh penting dalam sejarah penyebaran Muhammadiyah di Maluku Utara. Lahir dari keluarga keturunan Tionghoa Muslim, beliau diutus oleh Kesultanan Ternate untuk melakukan dakwah di wilayah Halmahera Utara, khususnya Tobelo, pada awal abad ke-20. Di tengah tantangan dari gerakan zending Kristen dan kondisi umat Islam yang mulai menjauh dari pemahaman syariat, Abdullah Tjan hadir dengan semangat pembaruan melalui dakwah, pendidikan, dan penguatan persatuan umat. Bersama para tokoh setempat, beliau turut mendirikan Muhammadiyah di Galela pada tahun 1928 dan di Tobelo pada tahun 1930 sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan Islam yang berkemajuan.
Perjuangan Abdullah Tjan tidak hanya diwujudkan melalui pendirian organisasi, tetapi juga lewat pengembangan pendidikan Islam, pemakmuran masjid, dan pembinaan masyarakat. Beliau mendirikan madrasah, menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas umat, serta mewariskan nilai-nilai persatuan, kesederhanaan, dan keikhlasan dalam berdakwah. Jejak pengabdiannya masih dapat dirasakan hingga kini melalui berdirinya Masjid Agung Halmahera Utara dan berkembangnya Muhammadiyah di wilayah tersebut. Kisah Abdullah Tjan menjadi inspirasi bahwa perjuangan dakwah yang dilakukan dengan ketulusan dan semangat persatuan akan meninggalkan warisan berharga bagi generasi mendatang.