Suara Aisyiyah merupakan salah satu media dakwah tertua yang dimiliki Muhammadiyah dan Aisyiyah. Terbit pertama kali pada Oktober 1926, majalah ini lahir sebagai ruang literasi perempuan sekaligus sarana komunikasi organisasi di tengah berkembangnya gerakan kebangsaan dan emansipasi perempuan di Indonesia. Kehadirannya menjadi bukti bahwa sejak awal, Aisyiyah telah menempatkan perempuan sebagai subjek penting dalam dakwah, pendidikan, dan penyebaran gagasan Islam berkemajuan.
Dalam perjalanan hampir satu abad, Suara Aisyiyah tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga menjadi wadah lahirnya para penulis, pemikir, dan tokoh perempuan Muhammadiyah. Di tengah berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga sempat mengalami masa vakum, Suara Aisyiyah terus bertahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menjelang usia 100 tahun pada 2026, majalah ini tetap berkomitmen memperluas jejaring, mengangkat isu-isu aktual, serta melakukan regenerasi penulis muda agar semangat literasi perempuan dan dakwah pencerahan terus hidup dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.