Nasyiatul Aisyiyah menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan muda melalui gagasan kedaulatan ekonomi yang berwawasan lingkungan atau eco-livelihood. Konsep yang menjadi salah satu pokok bahasan dalam perumusan materi Muktamar Nasyiatul Aisyiyah ke-15 ini menekankan bahwa kemandirian ekonomi perempuan tidak boleh berhenti pada pencapaian finansial semata, melainkan harus dibarengi dengan keberlanjutan ekologi dan kemaslahatan sosial. Melalui pendekatan tersebut, aktivitas ekonomi yang dijalankan oleh kader diharapkan mampu memanfaatkan potensi sumber daya lokal secara bijak, meminimalkan dampak kerusakan alam, serta mewariskan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Guna membumikan arah gerakan ini, Nasyiatul Aisyiyah merancang berbagai langkah strategis yang dimulai dari penguatan literasi kader hingga pembentukan ekosistem ekonomi berbasis komunitas. Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto sekaligus anggota Tim Materi Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Uswatun Hasanah, menjelaskan bahwa eco-livelihood sejatinya merupakan cara hidup dan prinsip berorganisasi yang mengintegrasikan kedaulatan ekonomi dengan kepedulian lingkungan. Ia menambahkan bahwa gagasan ini diwujudkan melalui lima strategi utama, yakni peningkatan kapasitas dan literasi kader, penyiapan ekosistem wirausaha perempuan, optimalisasi perkaderan sebagai laboratorium praktik, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta pembentukan budaya organisasi yang konsisten menerapkan nilai-nilai keberlanjutan.