Isu kepemimpinan perempuan muda dalam merespon dinamika zaman menjadi topik penting yang diulas dalam EPS 5 – KEPEMIMPINAN PEREMPUAN : TANTANGAN, SENI, DAN MASA DEPAN GERAKAN. Dalam tayangan Podcast Bermakna yang dipandu oleh Vanin sebagai host, kerja sama antara PP Nasyiatul Aisyiyah dan TVMU Yogyakarta ini menghadirkan Norma Sari, Wakil Rektor Bidang SDM Universitas Ahmad Dahlan sekaligus Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2008–2012, sebagai narasumber utama. Dalam perbincangan tersebut, Norma Sari menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan di setiap era menghadapi tantangan yang terus berkembang. Jika pada periodenya perjuangan berfokus pada ruang aman serta advokasi fisik bagi perempuan dan anak, kini tantangan bergeser ke ranah digital seperti seksisme dan kekerasan gender berbasis online. Meski demikian, fondasi gerakan tetap konsisten berlandaskan pilar ramah perempuan dan anak melalui pendekatan reflektif, aktif, masif, advokatif, hingga humanis.
Di sisi lain, penguatan kaderisasi dan independensi gerakan menjadi pilar utama Nasyiatul Aisyiyah dalam mencetak kader pemimpin masa depan. Norma Sari menjelaskan bahwa kepemimpinan perempuan muda dipandang bukan sekadar persaingan peran atau penonjolan individu, melainkan risalah perjuangan berbasis nilai integritas, tauhid, dan prinsip kolektif-kolegial. Menurutnya, penting bagi regulasi publik untuk menerapkan sistem meritokrasi yang ramah serta memberikan afirmasi atas beban ganda dan fase biologis perempuan. Melalui berbagai program pelatihan dari ranah domestik hingga diplomasi global, Nasyiatul Aisyiyah terus mendorong kader perempuan muda untuk hadir di ruang publik dengan semangat “perempuan untuk kita semua” demi mewujudkan tatanan masyarakat yang lebih maju dan bermartabat.