Gunung Kidul (27/2) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VIII.C.2 menginisiasi program Bank Sampah sebagai upaya meningkatkan kepedulian lingkungan sekaligus menambah pemasukan kas dusun kerdon. Program ini berfokus pada pemanfaatan sampah botol plastik yang bernilai jual lalu dikumpulkan warga untuk kemudian dijual dan hasilnya dimasukkan ke dalam kas dusun.
Program Bank Sampah ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya sampah plastik rumah tangga yang belum terkelola secara optimal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, khususnya botol plastik bekas minuman, agar memiliki nilai ekonomis serta dapat membantu perekonomian dusun Kerdon.
Ketua Unit KKN VIII.C.2 Nurul Hilmi menyampaikan bahwa program ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah. “Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah, terutama botol plastik, bukan hanya limbah, tetapi juga memiliki nilai jual jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyediakan tempat khusus untuk pengumpulan botol plastik di beberapa titik strategis. Warga dapat menyetorkan botol plastik yang telah dikumpulkan, kemudian mahasiswa bersama pengurus dusun melakukan penimbangan dan pencatatan. Sampah yang terkumpul selanjutnya dijual ke pengepul, dan hasil penjualannya diserahkan sebagai tambahan uang kas dusun.
Kepala dusun Yulianto menyambut baik program ini dan mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN. Ia berharap kegiatan Bank Sampah dapat terus berjalan meskipun masa KKN telah selesai. “Program ini sangat bermanfaat. Selain membuat lingkungan lebih bersih, hasil penjualannya juga bisa digunakan untuk kegiatan sosial dan pembangunan dusun,” ungkapnya.
Melalui program Bank Sampah ini, mahasiswa KKN UAD Unit VIII.C.2 berharap tercipta kebiasaan baru di tengah masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan langkah sederhana seperti mengumpulkan dan menjual botol plastik, warga Dusun Kerdon kini tidak hanya menjaga kebersihan, tetapi juga turut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.
Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang positif.
